Akankah Byar Pet Videotron Kutim Dilirik Penegak Hukum ?

  • Whatsapp

“BASTI SOROTI : Keberadaan Videotron Yang Tidak Dimaksimalkan Fungsinya”

Bacaan Lainnya

(TEKS – FOTO : Dok – Rina/K.N)


KUTIMNEWS.COM, SANGATTA – Tak lagi menyala videotron di jalan Wolter Mongisidi tak jauh dari bundaran patung singa jika merunut ke tahun 2020 baik pihak tipikor telah menangani satu kasus pengadaan videotron di Kota Bontang walau statusnya pengadaan sementara untuk di Kutim sendiri fisik videotronnya ada dan sempat mengalami mati – menyala.


(TEKS – FOTO : Ist – Bontang/K.N)

Belajar dari kejadian Bontang terkait jalannya persidangan secara virtual (daring) yang sebelumnya dilidik Tipikor terkait salah satunya pengadaan videotron

Bahkan videotron yang sempat tidak hidup di Wolter Mongisidi itu sempat viral dan beberapa media memberitakan kala itu, dan langsung disikapi oleh mantan Kepala Dinas Kominfo Perstik Kutim Almarhum H. Moch. Erlyan Noor yang langsung berkoordinasi dengan jajaran hingga memasuki pada pembahasan bersama dengan pasangan masa priode yaitu mantan Bupati Kutai Timur H Ir Ismunandar MT bersama wabupnya, pada agenda rutin cofe morning.


(TEKS – FOTO : Dok – Rina /K.N)

Anggota DPRD Kutim Basti sikapi “mangkraknya” videotron yang tidak kembali menyala apabila difungsikan semestinya membantu pajak daerah dibidang iklan layanan informasi bersama stake holder

Dari hasil pertemuan tersebut berdasarkan hasil survei di lapangan oleh tim terkait kala itu dibawah penangan langsung oleh Diskominfo Perstik Kutim terjadi kerusakan tekhnis pada bagian intalasi elektriknya dan sempat dialokasikan pembiayaannya yang diperuntukan bagi pemeliharaannya.

Pasca hasil pertemuan tersebut videotron akhirnya dapat menyala kembali (beroperasi) dengan semestinya, namun belakangan ini sejak mendekati antara akhir 2020 hingga memasuki awal tahun 2021 saat sekarang kembali videotron tidak berfungsi.

Hal inilah yang sangat disayangkan oleh Anggota DPRD Kutim Basti Sangga Langi fraksi PAN yang menegaskan seharusnya videotron (outdoor) tersebut sangat cocok digunakan untuk media periklanan, videotron jenis ini paling sering digunakan sebagai media promosi oleh perusahaan-perusahaan sampai instansi pemerintahan untuk mempromosikan produk ataupun program yang sedang dijalankan oleh pemerintah setempat.

“Videotron yang Kutim miliki ini sebenarnya dapat mendatangkan pendapatan pajak bagi daerah terutama dari nilai pajak iklan. Pemerintah dapat berpatner dengan perusahaan (stake holder) agar perusahaan mitra dapat beriklan dan dikenakan pajak daerah serta perusahaan-perusahaan produk retail tentunya di bawah koordinasi Pemkab Kutim,” ulas Basti.

Bahkan sebelumnya atas kutipan salah satu media yang dilansir dari pernyataan Kadis Diskominfo Perstik Kutim meniatkan akan menambah pemasangan videotron di 4 titik seperti wilayah Kecamatan Sangatta Utara. Salah satunya, di kawasan Polder Ilham Maulana. “Semestinya kita jangan dulu membahas pemasangan videotron yang baru, tapi bagaimana memaksimalkan cukup hanya 1 videotron dapat lebih efisiensi dan menghemat belanja anggaran daerah,” beber Basti.

Basti masih dalam ingatan kita bersama tak kala Pemkab Kutim bekerjasama dengan Kominfo Kutim menggaungkan progres “smart city” yang salah satu fasilitasnya videotron. “Tapi realitanya videotron kembali mati. Rapat penganggaran alokasi pemeliharaanya sudah tapi mengapa videotron singkat saja berfungsi,” beber anggota dewan.

Anggota DPRD Kutim sekaligus ketua forum RT ini berkeyakinan apabila videotron dapat beroperasi tentunya dapat menambah estetika keindahan pada perwajahan Sangatta. “Jangan ribut-ribut disaat wacana pada pengadaanya saja akan tetapi ketika sudah terealisasi kok malah tidak menyala akhirnya sarana itu jadi mangkrak begitu saja (mubazir),” tegas Basti.

Basti menegaskan dirinya lumrah dalam memberikan masukan kepada Pemkab Kutim melalui intasi terkait yang menangani keberadaan videotron itu terlebih komisi yang saya tangani pada bidang informasi.

Sementara Plt Ketua PPP Kutim H Irdiansyah atau lebih dikenal H Wewe mengungkapkan hal senanda terlebih kediaman rumahnya berdekatan dengan videotron. “Dulu waktu masih menyala sangat membantu dalam menerangi jalan, kesanya jika dilihat dari jauh cantik apabila berfungsi dengan semestinya,” jelas Politisi dari parpol berlambang Kabah.


(TEKS – FOTO : Dok – Rina /K.N)

Tokoh warga Jalan Wolter Mongisidi sekaligus Plt ketua Parpol PPP yang rumah pribadinya dekat dengan videotron menurutnya jika menyala memperkuat penerengan jalan serta estetika keindahan

Untuk itu H Irdiansyah berharap videotron dapat kembali dioperasikan terutama menfasilitasi beragam sumber informasi terkait program seputar Pemkab Kutim, atau iklan-iklan layanannya.

Dirinya khawatir dengan tidak menyalanya videotron jangan sampai menjadi temuan dikemudian hari masuk dalam pernasalahan hukum, hal ini telah terbukti seperti kejadian di daerah – daerah lainnya terkait proyek videotron diperiksa pihak penegak hukum.(rin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *