Mako Polres Kutim Fasilitasi Focus Group Discustion Polres Kutim Bersama Lintas Tokoh Agama

  • Whatsapp

Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko : Tangkal Paham Radikalisme Dan Intoleransi Perkokoh Pancasila “NKRI” Harga Mati

PENULIS : Daya Bhara Aji KUTIMNEWS.COM

Bacaan Lainnya

Demi terpeliharanya Kamtibmas Perlunya satu kesatuan moderasi beragama dalam memperkokoh Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui ideologi negara Pancasila.

(Teks – Foto : Paur Subbah Humas Polres Kutim Ipda Danang / K.N)

TERAPKAN PROKES : Sebelum berjalanya Focus Group Discustion Polres Kutim dilakukan penerapan protokol kesehatan dalam memutus mata rantai covid-19 seperti pengecekan suhu tubuh oleh personil polres, wajib bermasker, cuci tangan, jaga jarak

Untuk dapat mewujudkan itu semua, maka Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko SH.,SIK.,M.Si menfasilitasi melalui gelaran Focus Group Discustion Polres Kutim bersama Tokoh Lintas Agama, yang digelar Selasa (6/4) 2021 pukul 10.30 wita berlangsung di aula pertemuan Pelangi Mako Polres Kutim.

Pada Sambutannya AKBP Welly Djatmoko mengatakan mengingat NKRI ini senantiasa tak lepas selalu ingin di pecah belah sejak sebelum jaman kemerdekaan hingga merdeka dengan beragam modus ganggguan kamtibmas yang berdampak pada perpecahan bangsa.

“Kami dari intitusi korps Polri mengajak peran pemuda-pemudi senantiasa bersatu tangkal berbagai bentuk paham radikalisme dan Intoleransi khususnya di Kabupaten Kutai Timur,” terang Kapolres Kutim

(Teks – Foto : Paur Subbah Humas Polres Kutim Ipda Danang / K.N)

Tampak Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko simbolis serah terimakan plakat cindera mata

AKBP Welly Djatmoko terus mengajak semua unsur kalangan masyarakat terus tersentra dalam bingkai persatuan dan kesatuan dengan berkomitmen dan berintegritas “Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh” hal ini tentunya dibarengi dengan pemahaman mendalam akan memaknai apa itu sebenarnya nilai-nilai persatuan yang mampu diterapkan dalam sendi-sendi kehidupan Berketuhanan Yang Maha Esa, Berbangsa, Bernegara, Berdaulat, Adil dan Makmur.

“Mari bergandengan tangan baik TNI-Polri, segenap elemen masyarakat dan pemerintah terutama kalangan pemuda yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi cinta tanah air, bela negara dengan senantiasa menjunjung tinggi Pancasila yang Berbhineka Tunggal Ika berbeda agama, dialeg bahasa, suku, budaya akan tetapi tetap satu Indonesia NKRI harga mati…,” tegas Kapolres AKBP Welly Djatmoko.

(Teks – Foto : Paur Subbah Humas Polres Kutim Ipda Danang / K.N)

Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko berfoto bersama dengan tamu undangan

Kapolres AKBP Welly Djatmoko mengungkapkan indikator-indikator yang tadi terjabarkan sebagai benteng jati diri tanah air dalam menangkal paham radikalisme serta intoleransi kuncinya cuma satu memerangi tanamkan Pancasila sebagai sanubari idelogi negara.

Sementara Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sangatta Utara H. Abdul Hafiz Y berpendapat sepaham dengan apa yang dikatakan Kapolres AKBP Welly Djatmoko secara bersama – sama melawan paham radikalisme. “Memang untuk mewujudkan dibutuhkan sinerginitas serta peran serta banyak unsur memberikan litelatur-litelatur pemahaman tetang persatuan dan kesatuan di negara yang kita cintai ini yaitu Republik Indonesia karena kita adalah Merah Putih yang didalamnya terdapat berkebebasan keyakinan memeluk agama serta bertoleransi,” ucap Ketua FKUB dengan nada berapi-api dalam bersemboyan.

(Teks – Foto : Paur Subbah Humas Polres Kutim Ipda Danang / K.N)

Bentuk apresiasi positif atas waktu yang diberikan menghadiri agenda ditandai penyerahan plakat oleh Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko secara langsung

Abdul Hafiz lintas koordinasi dapat terbangun melalui peran 3 pilar meliputi Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kades pada prakteknya secara langsung sebagai corong lintas lini di masing-masing kewilayahan (teritorial) memupuk jiwa persatuan, kesatuan baik pada kalangan tokoh masyarakat terutama tokoh agama.

Ketua Badan Koordinasi Mesjid dan Musholla Kabupaten Kutai Timur H. Sobirin Bagus menyampaikan Indonesia ini merupakan miniatur kecil yang terdiri akan keberagaman sukunya, agamanya. “Begitu halnya di Kutim ini juga, demikian terdiri dari bermacam-macam suku saling berinteraksi satu dengan yang lain,” ulasnya.

Ketua Badan Koordinasi Mesjid dan Musholla itu meminta kepada Polri, MUI, Kemenag, Tokoh Lintas Agama mengupas akan suatu pembelajaran untuk dapat dijadikan pemahaman. “Pada intinya Pancasila itu bukan ajaran agama akan tetapi sebagai simbol sedangkan isi pancasila itu sendiri justru menjadi dasar negara,”beber Sobirin

Sedangkan dari DPD KNPI Arham, SH menjelaskan perlunya survei oleh BNPT untuk kedepannya dapat proaktif melakukan survei. “Diharapkan pada kesempatan ini dapat dihadirkan semua lintas agama dan pembahasan tidak hanya pada satu agama saja” Katanya.

Perwakilan KNPI itu juga meminta pada pelaksanaan selanjutnya wajib dihadirkan segenap tokoh pemuda dan pemuka agama agar di undang semua pemuda atau tokoh lintas agama.

Serta banyak lagi beberapa perwakilan yang turut memberikan persentase antara agama, persatuan, pancasila yang hakekatnya satu kesatuan tadi hingga kian meperkokoh kedaulatan NKRI dengan harapan agar tidak terpecah belah melalui paham radikalisme, intoleransi.

Padam forum diskusi terdapat sesi tanya jawab adapun tamu undangan yang hadir menyukseskannya yaitu Ketua MUI H.M.Adam, Ketua FKUB H. Abd Hafiz Y, Ketua Badan Koordinasi Mesjid dan Musholla Kutim Bapak H. Sobirin Bagus, Ketua Pemuda Lintas Agama Ali Basuki DPD KNPI Kutim Arham, SH, Ketua Pelita (Umat Buddha) Aruman, PC.Perisai Kutim Arif Munandar, Moderator Basuki Isnawan sementara dari Mapolres Kutim selain Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko tampak hadir pula Kasat Binmas Res Kutim AKP Rina Dwi K,SE.

Pelaksanaan kegiatan berakhir pada pukul 12.00 Wita yang berjalan dengan lancar aman dan sukses.(aji / rin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *