Jawab Arahan Bupati Ardiansyah PNS Beli Beras Lokal Anggota Dewan Kidang Tak Yakin Stok Beras Lokal Mencukupi

  • Whatsapp

(teks – foto : dok – rin/K.N)

Bacaan Lainnya

Bupati Kutim Ardiansyah imbau PNS dan masyarakat beli beras lokal anggota DPRD Kidang tampak bertani mengungkapkan kuota stok beras lokal terbatas

KUTIMNEWS.COM, SANGATTA – Menanggapi arahan Bupati Kutai Timur Drs H Ardiansyah Sulaiman, M.Si pasca memimpin rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Kutim tahun 2020 Bupati Kutai Timur di ruang utama paripurna Sekretariat DPRD Kutim kawasan Bukit Pelangi Sangatta – Kutim, Kamis (1/4) 2021 meminta kalangan abdi pemerintahan PNS membeli beras lokal.


(teks – foto : Ist/K.N)

Momen kenangan saat priode Ardiansyah Bupati Kutim silam menjabat dibonceng sepeda motor sisir areal pertanian padi sawah

Atas anjuran tersebut anggota dewan Kidang meragukan stok ketersediaan beras lokal di pasaran. “Saya ini seorang petani tahu persis kemampuan stok beras lokal yang masih dikatakan minim, hal ini dikarenakan tidak semua kontur lahan tanah cocok dijadikan areal persawahan termasuk perbukitan tak sedikit banyak juga petani yang gagal panen karena faktor alam,” ulas anggota dewan itu.

“Terlebih Kutim ini terdapat banyak bantaran pesisir alur sungai, sebentar saja hujan cukup deras turun debit volume air sungai meluap dan merendam areal persawahan petani berdampak pada gagal panen,” ucap Kidang.


(teks – foto : dok daya /K.N)

Anggota DPRD Kutim Kidang petani berpengalaman tahu persis kekuatan stok ketersediaan beras lokal

Kidang menegaskan di Sangatta untuk mencari petani padi sawah, gunung secara tulen tidak juga 100 persen dari latar belakang serabutan terkadang bertani merangkap betukang pula. “Artinya bertani-nya tidak serius dengan tekhnik penanaman secara benar. Jika ada yang mengeluhkan merosotnya hasil penjualan beras petani lokal sepi peminat tidak dapat dijamin keluhan kebenarannya itu,” ucap anggota dewan dari Berkarya ini.

Ia menambahkan jikapun lagi meningkat hasil produksi beras lokalnya, terkadang banyak PNS membeli beras luar bermerk yang sudah terbiasa dikomsumsi. “Hasil beras lokal yang berproduksi dengan baik hanya sebatas daerah Kaubun dan Kaliorang,” ungkap Kidang.

Kidang menjelaskan dirinya saja yang menggeluti sektor pertanian padi sawah dan gunung mengakui hasilnya kurang maksimal dapat dikatakan kurang dalam memenuhi akan kebtuhan stok beras di Bengalon. “Tugas Pemkab Kutim dapat memberikan solusi dalam meningkatkan hasil beras lokal termasuk juga menyukseskan promosinya melalui intansi terkait yaitu Dinas Pertanian khususnya,” tutup anggota legislatif.(aji/rin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *