Anggota DPRD Kutim Kidang Sah-Sah Saja TK2D Mencari Sampingan Selama Belum Sejahtera UMR

  • Whatsapp

(teks – foto : Ist /K.N)

Bacaan Lainnya

Selama gaji belum UMR bagi anggota dewan Kutim Kidang wajar saja TK2D memilki kerjaan halal sampingan demi memenuhi kebutuhan hidup


KUTIMNEWS.COM, SANGATTA – Dalam menyikapi banyaknya TK2D yang memiliki beragam kerja sampingan bagi anggota dewan Masdari Kidang dirasakan sah-sah saja terlebih Upah Minimun Regional (UMR)jauh dari kata laik.


(teks – foto : dok – rin/K.N)

Anggota dewan Kutim Kidang bijak memadang akan nasib kesejahteraan TK2D

“Coba kita lihat dulu TK2D sempat mengalami naik turun gaji dari awalnya Sarjana S1 sempat Rp 1,4 juta yang SMA Rp 1,2 juta kemudian turun lagi S1 Rp 1,2 juta sementara SMA / SMK Rp 1 juta saja kemudian melalui PJS Bupati Jauhar kembali naik SMA/SMK Rp 1,5 juta dan yang sarjana Rp 1,7 apakah cukup sebatas itu bagi saya belum maksimal ambil acuan UMR Kaltim-lah di kisaran Rp 3 juta. Semoga saja kita bersama-sama baik DPRD dan Pemkab Kutim dibawah kepemimpinan Bupati Kutim Drs H Ardiansyah Sulaiman, M.Si dan Wabup-nya Dr H Kasmidi Bulang ST.,MM nantinya Inshaallah dapat memperjuangkannya,” tegas Kidang.

Kidang mengatakan terkait kesejahteraan harus disikapi bijaksana “manusiawi” jangan juga TK2D ini senantiasa ditekan-tekan kedisplinan dan sebagaianya tanpa memperhatikan aspek kesejahteraan. “Artinya dalam menyikapi suatu permasalahan tentunya dapat berpikir arif baik evaluasi dan saling intropeksi. Jangan selalu diartikan TK2D vokal, idealis tapi memang sudah semestinya aturan standar UMR sesuai aturan ketenagakerjaan dapat benar-benar terlaksana,” bebernya.

Lantas bagaimana dengan TK2D miliki sampingan tetapi bekerja ditempat lain sehingga double gaji? “Yah itu tadi saya katakan karena mereka mencari tambahan buat nafkah sehari-hari terlebih bagi yang berkeluarga cukup apa ? Tapi tetap pintar membagi waktu, saya tidak setuju misalnya seperti ini ambil contoh TK2D itu fokus total pada pekerjaan sampingan sehingga mengabaikan tugas TK2D dengan tidak sama sekali berkantor akan tetapi kalau masih tampak batang hidungnya di OPDnya bijaksanalah berpikir kita tidak bisa juga membatasi piring nasi orang atau rejeki orang kalau memang itu jalanannya halal dan limpahan dari yang atas juga Allah Swt tentunya patut kita hargai dan syukuri,” tutup Kidang. (rin/aji)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *