Anggota Dewan Kidang Pernah Hidup Prihatin Barter Gabah Di Tukar Sembako

  • Whatsapp

(teks – foto : dok – rin/K.N)

ETAM BAKESAHAN : Anggota Dewan Kutim kisahkan jiwanya lekat dengan kehidupan tani kepada wartawan KutimNews.com

Bacaan Lainnya

Penulis : Daya Bhara Aji, S.Sos KutimNews.com

Terbiasa hidup serba keprihatinan dengan mengandalkan hasil gabah almarhum ayahnda Masdari Kidang di desa Tepian Langsat Kecamatan Bengalon Kabupaten Kutai Timur, ia mengisahkan di era tahun 60 sampai dengan 68 Kidang sempat merasakan dimana saat itu untuk mendapatkan gula, buah kelapa serta kebutuhan sehari-harinya Kidang muda pernah membantu almarhum ayahnya bertani padi gunung agar hasil panen gabahnya dapat dibarter dengan gula serta kebutuhan sehari hari lainnya, maklum disaat itu sang ayah Kidang kesulitan mendapatkan uang.

(teks – foto : dok – rin/K.N)

Walau duduk sebagai anggota dewan Kidang sukses memanen hasil padi sawah yang siap dilemparkan ke pasaran

Dari kerja kerasnya membantu sang ayah berladang padi gunung dari situlah keluarga ayah Kidang mengandalkan pendapatan ekonomi agar hasilnya dapat dibarter dengan kebutuhan sembako lainnya.
“Terbiasa dengan kehidupan bertani hingga dewasa akhirnya saya menyerap ilmu pertanian secara turun temurun,” kisah Kidang kepada media KutimNews.com
Dirinya sangat tahu betul akan kesulitan petani dalam berjuang hidup di era-era itu bahari, Dari situ Kidang memiliki tekad kelak harus sukses. “Dihati kecil saya saat itu ketika terjun menjadi petani harus benar-benar menggeluti dengan sepenuh jiwa agar benar-benar menjadi petani sukses,” ulas Kidang.

(teks – foto : dok-rin/K.N)

KEDERMAWAN : Saat membantu korban kebaran walau satu bangunan rumah saja kala itu Kidang berikan dana santunan uang belasan juta rupiah

Kidang tak pernah berpikir kelak akan dipilih masyarakat untuk menjadi anggota DPRD Kutim, akan tetapi jiwa bermasyarakat mulai terasah sejak aktif bertani dan selalu berkumpul dengan para petani yang juga bagian dari masyarakat marjinal kelas bawah. “Saat masih berdarah muda saya vokal serta berkarakter keras memperjuangkan kepentingan-kepentingan orang tertindas,” tegasnya.

(teks – foto : dok – rin/K.N)

Kidang bersama istri Rusmini mengelola ladang padi sawah, padi gunung turun tangan sendiri menggarapnya

Kemudian dipercaya berkecimpung dan membesarkan organisasi Pemuda Pancasila PAC Bengalon, sehingga kian terasah jiwa organisatornya. “Kerasnya saya tidak keras-kerasan buta tuli “otak pensil” tidak terarah dan jelas hampir rata-rata kebanyakan jiwa emosionalnya bangkit tak kala didapati masyarakat kelas bawah hidup dalam kesewenangan-sewenangan penguasa di saat itu dalam memperjuangkan kesejahteraan kaum kecil,” beber Kidang.

Kidang menegaskan dirinya banyak mengebrak setiap perusahaan – perusahaan yang tidak berpihak kepada masyarakat dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar. “Saya banyak meminta bantuan CSR demi masyarakat dan lingkungan jauh demi kepentingan pribadi perkaya diri atau menjual-jual atas nama masyarakat tapi murni berjuang untuk kepentingan orang banyak,” beber anggota dewan fraksi Berkarya ini.

Sepak terjangnya sang pejuang masyarakat kecil, kaum petani madani akhirnya Kidang pernah dicalonkan sebagai kades walau gagal terpilih namun Allah Swt lebih menggariskan sebagai anggota dewan Kutim.
Kini kesuksesannya di raih pada usia tak muda lagi namun ia tetap mensyukuri dan hidup dalam kesederhanaan serta tak bisa meninggalkan dunia pertanian dari kehidupannya. Di desanya Kidang sangat dibanggakan dan disenangi oleh kalangan petani, tokoh masyarakat banyak karya yang telah disumbangsihkan untuk kepentingan kemaslahatan umat.

Bahkan dari hasil pertanian padi sawah, gunung, sawit, budidaya ikan air tawar, sarang burung walet diluar gaji dewan ia pernah mengantongi omzet hingga mendekati miliaran rupiah serta banyak aset lahan tanah warisannya.

Walau hidup berkecukupan tidak lantas membuatnya hidup bermewah-mewahan seperti kalangan borjuis atau istilah yang trend orang kaya baru (okb) kesederhanaan dan keprihatinan tetap dinomer satukan.

Malah sebagian rezekinya banyak juga disisihkan berzakat, membangun mesjid di desa kelahirannya Tepian Langsat, membangunkan jalan masyarakat semua dicurahkan demi membantu masyarakat.
Maka tak heran saat pileg 2019 suaranya terbilang meledak banyak masyarakat khusus didapilnya memberikan dukungannya secara tulus dan ikhlas karena Kidang terbiasa banyak menanamkan budi kebaikan ditengah masyarakat dan demi membangun wilayah kabupatennya Kutim.(aji/rin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *