Keluhan Banjir Singa Gembar Road 9 Komisi A DPRD Kutim Bawah Ke Ranah RDP “Hearing”

  • Whatsapp

(teks – foto : dok rin/K.N)

Anggota DPRD Kutim Basti di ruang kerjanya kantor DPRD Kutim usai ikut RDP hearing kantor DPRD tindaklanjut penyelesaian masalah banjir Singa Gembara Road 9

Bacaan Lainnya

KutimNews.com, SANGATTA – Setiap turunnya curah hujan berintensitas tinggi, kawasan singa Gembara, Dayung, Gang Mini, Gang Melon, Road 9 terdampak banjir.

(teks – foto : dok rin/K.N)

Anggota dewan Basti mendampingi ketua Komisi A anggota dewan Piter bersama anggota dewan Jimmy intens saring usulan warga Singa Gembara Road 9 perbaikan drainase

Atas permasalahan banjir tersebut, maka masyarakat sekitar mengeluhkan permasalahan tersebut salah satunya kepada perwakilan anggota DPRD Kutai Timur Basti Sangga Langi. “Mendengar keluhan itu, maka saya tidak mau membiarkan persoalan ini berlarut – larut kasihan juga masyarakat kalau seperti ini ceritanya,”ulas Basti (akrab dipanggil).

Basti pada akhirnya berinisiatif mencarikan jalan keluar “solusi” dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (29/3) 2021 di ruang hearing Kantor DPRD Kutim bersama komisi A dengan turut mengundang PT KPC serta perusahaan kontraktor yang berada dibawah subkontraktor KPC.


(teks – foto : dok rin/K.N)

Atasi banjir Desa Singa Gembara Road 9 rekan komisi A rangkul perusahaan PT KPC bersama perusahaan subkontraktornya kucurkan bantuan CSR bangunkan saluran drainase dan gorong-gorong memadai

“Dalam sidang dengar pendapat RDP banyak juga perwakilan warga dari masing-masing wilayah terdampak banjir mengeluhkan uneg-unegnya di hadapan anggota dewan komisi A dan pihak KPC serta perwakilan beberapa perusahaan yang hadir,” ujar Basti.

Yang mana pada pelaksanaan hearing RDP dari komisi A dipimpin langsung oleh anggota DPRD Kutim Piter Palingi. Permasalahan banjir Singa Gembara Road 9 serta wilayah sekitarnya berdasarkan penjelasan Kepala Desa Singa Gembara Petrus Sambolayuk terkait banjir yang terjadi sebenarnya titik permasalahan yaitu dikarenakan kondisi drainase pada pelaksanaan progres pembangunannya kala itu kurang tertata dan terkelola dengan baik.

“Sehingga drainase tidak mampu menampung debit volume air disaat hujan turun menyebabkan volume air dalam drainase meluap ke permukaan sehingga mengenangi badan jalan,” ucap Petrus Sambolayuk.

Untuk itu kembali Basti mengungkapkan melalui ketua pimpinan hearing RDP Piter tujuan digelarnya pertemuan RDP ini untuk bersama – sama mencarikan solusi jalan keluarnya dengan menyertakan pula pihak PT KPC bersama perusahaan kontraktornya. “Kami dari dewan mendorong perusahaan KPC melalui program Coorporate Social Responbility (CSR) untuk peduli secara bergotong royong bersama masyarakat dapat memperbaiki atau membangun ulang saluran drainase yang dimaksud,”ulas politisi fraksi PAN ini yang turut didampingi rekan sesama dewannya Piter.

Basti menegaskan dari hasil RDP di ruang hearing dalam menindaklanjuti permasalahan banjir pada akhirnya baik KPC serta perusahaan subkontraktornya seperti Daya Mitra Multi Pratama (DMM), PT H & H Utama Internasional, PT Triwisnna, dan PT Sucofindo bersedia membantu mengatasi penanganan banjir. (rin/aji)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *