Dari Dalam Bangsalan Dihuni Tsk DE Sepaso Timur Team Opsnal Sat Resnarkoba Polres Kutim Dapati 15 Bungkus Sabu-Sabu

  • Whatsapp

(teks foto : Ist rin/K.N)

AMANKAN : Tak berkutik “berpasrah” diri ditangkap Unit Opsnal Sat Resnarkoba Polres tersangka DE setelah kedapatan menyimpan 15 bungkus narkotika jenis sabu-sabu

Bacaan Lainnya

KUTIMNEWS.COM,SANGATTA – Sekiranya Kamis (25/3) 2021 malam belum lama ini, berdasarkan hasil tindaklanjut yang diterima melalui Kepolisian Resor Kutai Timur (Kutim) Satresnarkoba berdasarkan keterangan pers Kasat Resnarkoba Polres Kutim Iptu MP. Rachmawan yang turut mewakili Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko S.H., S.I.K., M.Si, menguraikan diketahui adanya aktivitas “gerak-gerik” yang mencurigakan disalah satu bangunan rumah barakan Desa Sepaso Timur Kecamatan Bengalon.

Bersama dengan ditangkapnya tsk DE team Opsnal Sat Resnarkoba Polres amankan barang bukti 15 bungkus sabu – sabu seberat 6.88 gram

Kasat Resnarkoba Iptu Rachmawan berbekal hasil penyelidikan lanjutan sebelumnya yang telah diterima laporan, tanpa membuang-buang waktu jajaran dari Unit Opsnal Sat Resnarkoba Polres Kutai Timur menuju titik sasaran penyergapan pada rumah barakan tersebut. “Dibantu oleh pihak keamanan setempat (security) dibawah koordinasi tim opsnal Sat Resnarkoba Polres Kutim, setelah tim kami berhasil merangsek masuk langsung melakukan pengeledahan secara cermat dan seksama,” beber perwira menengah pucuk komandan Unit Opsnal Sat Resnarkoba Polres Kutim ini.

“Dari hasil pengeledahan tersebut anggota Unit Opsnal Sat Resnarkoba kami berhasil mendapati 15 poketan narkoba jenis sabu seberat 668 gram bersama dengan ditangkapnya tersangka DE (41) tahun,” tegas Iptu Rachmawan.

Setelah mendapati cukup barang bukti narkotika “sabu-sabu” lantas tsk DE langsung digelandang ke Mako Polres Kutim untuk pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut, atas perbuatan tersangka DE, Iptu Rachmawan menegaskan adapun pasal yang dijerat yaitu Pasal 112 ayat (1) UU Narkotika menyebutkan setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.(rin/aji)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *