Tenaga Kerja Lokal Wajib Diperjuangkan Menjadi Tuan Di Tanah Sendiri

  • Whatsapp

(teks – foto : Ist/K.N)

Berdirinya pabrik industri methanol melalui perusahaan BCIP porkir dewan prioritaskan tenaga kerja lokal

Bacaan Lainnya

Penulis Daya Bhara Aji, S.Sos, KutimNews.com
Basti mengungkapkan di Kutim ini banyak sekali tenaga kerja yang mengeluhkan akan ketimpangan hak – hak perkerja pada anggota dewan.Apakah itu terkait permasalahan PHK, tersedianya lapangan pekerjaan, upah lembur yang tidak sesuai, tidak di beri pesangon, yang mana kebanyakan penyelesaian ditempuh melalui aksi unjuk rasa hingga efektifnya dimediasi melalui “hearing” dikantor DPRD Kutim kawasan areal perkantoran pemerintahan Kabupaten Kutai Timur Bukit Pelangi, Sangatta – Kutim.

(teks – foto : Ist/K.N)

TEGASKAN : Anggota dewan Basti tenaga kerja lokal biar jadi tuan rumah sendiri untuk bekerja ditanahnya sendiri Kutim bukan penonton

Mediasi penyelesian melalui hearing dewan diungkapkan langsung oleh anggota DPRD Kutim Basti Sangga Langi.

“Namun kami sebelum mengawal permasalahan tenaga kerja tentunya dari beberapa kasus yang ada kami dalami terlebih dahulu tidak juga pro kepada pekerja tidak pula kepada perusahaan fungsi kami ditengah-tengah “netral” agar setiap permasalahan yang terjadi antar dua belah pihak tetap mendengar penjelasan baik dari perusahaan dan pekerja secara imbang,” ulas politisi dari PAN ini.

(teks – foto : Ist/K.N)

ANGIN SEGAR : Ketua DPRD Kutim Joni adanya pabrik methanol melalui perusahaan BCIP prioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal

Anggota dewan yang juga ketua Forum RT megatakan mediasi haering merupakan sarana jalan tengah yang baik dengan duduk bersama hasilkan solusi agar tidak lagi berseteru. “Namun pada kesempatan ini saya mengimbau kepada perusahaan jangan mudah mengeluarkan keputusan PHK. Bahkan kami sering menemui seperti permasalahan misalnya ambil contoh PHK besar-besaran dengan alasan kebanyakan perusahaan merugi atau colebs , namun pada kenyataan ada juga kita temukan perusahaan tetap beroperasi dan merekrut tenaga kerja baru misalnya,” beber Basti

(teks – foto : Ist/K.N)

Tiga pejuang perwakilan dewan yaitu Wakil Ketua II DPRD Kutim Arfan, Anggota DPRD Kutim Kidang, Anggota DPRD Kutim Adi Bherdy lantang bersuara kesejahteraan tenaga kerja lokal

Tentunya dampak PHK sangat berpengaruh pada permasalahan prudensial mencolok dan menambahkan beban bagi pemerintah daerah, terlebih dihadapkan masa-masa pandemic covid-nenteen banyak perusahaan yang mengaitkan-ngaitkan kondisi covid. “Bagi saya sangat tidak masuk akal, tidak ada hubungannya PHK dengan permasalahan virus tersebut, karena kurang jernihnya perusahaan mencarikan alasan demi suatu pembelaan agar tidak berhadapan dengan Disnaker terutama pada penegakan peraturan dan perundangan-undangan ketenagakerjaan.“Namun dari pengamatan saya PHK jangan selalu dikaitkan-kaitkan dengan permasalahan tersebut, tetap arif dan bijaksana memandang suatu akar permasalahan yang terjadi,” ungkap Basti.

Basti menjelaskan PHK bukan jalan solusi “terbaik” malah sebaliknya menambah pada permasalahan penganguran otomatis kemiskinan meningkat dan ujung-ujungnya terganggunya situasi tingkat keamanan kondusivitas memicu aksi kejahatan karena himpitan ekonomi dan tidak memiliki pekerjaan terlebih penghasilan tetap (gaji) “Sementara pada aturan bunyi UUD 1945 maupun Pancasil Sila ke – 5 misalnya terkait keadilan sosial ataupun bumi air udara kekayaan alam dalam suatu daerah harus mampu mensejahterakan masyarakat atau kepentingan hajat hidup orang banyak, semestinya mutlak harus dilaksanakan,” bebernya.

(teks – foto : Ist/K.N)

Anggota dewan di masing-masing komisi penaganan ketenagakerjaan tak hanya memperjuangkan penyerapan tenaga kerja lokal, kesejahteraan pekerja hingga hearing sengketa lahan antar lahan perusahaan dan lahan masyarakat

Dirinya mengungkapkan perusahaan yang berinvestasi di Kutim melalui ekspoilitasi hasil kekayaan bumi tanah Kutim ini seharusnya memberikan balance yang baik berkontribusi pada perekrutan tenaga kerja lokal, membantu terdongkraknya PAD dari hasil tambang batu bara, perusahaan perkebunan kelapa sawit disaat pendanaan daerah dirasakan kurang mencukupi. “Perusahaan bersinergi apakah itu bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, DPRD Kutim dalam mewjudkan visi – misi Bupati/Wabup Kutim terpilih Ardiansyah-Kasmidi Bulang saat kampanye debat pilkada serentak 2020 lalu di saat debat kandidat yang siap mengentaskan angka kemiskinan melalui peningkatan kesejahteran salah satunya tenaga kerja, memperjuangkan ketersediaan lapangan pekerjaan bukan berarti membebani permasalahan kepada pemerintah dan DPRD dengan tindakan PHK-nya,” beber Basti.

Basti menegaskan angin segar investasi industri kembali terjalin melalui komitmen pemerintahan kabupaten Kutim, DPRD Kutim terkait progres Batuta Chemical Industrial Park ( BCIP) segera membangun pabrik Coal To Methanol di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), yang mana pada launching pertamanya dihadiri oleh Plt Bupati Kutim Dr H Kasmidi Bulang, ST.,MM kala itu ditengah mendekati masa kampanye pilkada, bersama Ketua DPRD Kutim Joni, S.Sos, Wakil Ketua II DPRD Kutim Arfan, SE., M.Si, anggota DPRD Kutim Masdari Kidang dan Anggota DPRD Kutim Adi Berdhy. “Yang mana saat itu pihak perusahaan BCIP berjanji akan memberikan kuota terbesarnya pada penyerapan tenaga kerja lokalnya,” katanya.

Menanggapi perekrutan ketengakerjaan dengan pihak perusahaan BCIP diawal rencana tersebut, sudah jauh-jauh hari manajemen perusahaan itu telah lebih dulu berkoordinasi melalui DPRD Kutim, salah satunya Kidang dan mendapatkan suport langsung dari Ketua DPRD Joni, Wakil Ketua II DPRD Kutim Arfan dan anggota dewan Adi Berdhy. “Bahkan sistem rekuitmen tenaga kerjanya di serahkan koordinasinya melalui rekan saya sesama anggota dewan Adi gondrong,” ujar Kidang.
Sementara ketua Dewan Kutim Joni yang turut hadir pada pelaksanaan launching pertamanya BCIP, politisi fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mewanti-wanti agar perusahaan berkewajiban memperkerjakan tenaga kerja lokal,” tutup ketua dewan. (rin/aji)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *