Perjuangkan Lamin Pemuda Asli Kutim Suryansyah Dukung Kepala Adat Kutai Desa Swarga Bara Juriansya Dinobatkan Sebagai Kepala Adat Besar

  • Whatsapp

LESTARIKAN : Kepala Adat Desa Swarga Bara (Kabo) Juriansya LH perjuangkan rumah lamin adat Kutai yang telah berdiri 80 persen.

KutimNews.com, SANGATTA – Demi menjaga nilai pelestarian adat dan budaya serta marwah suku asli di Kabupaten Kutai Timur, tentunya dibutuhkan figur leadership (kepemimpinan) yang mampu mengayomi dan menjaga nilai luhur di tanah Kutai Timur.

Bacaan Lainnya

Baru-baru ini tokoh adat sekaligus pemuda “putra daerah” asli Kutai Timur, Suriyansyah mewakili dukungan penuh berbagai kalangan tokoh organisasi kedaerahan, masyarakat, para tetua bersiap mengadang Kepala Adat Kutai Desa Swarga Bara (Kabo) Juriansya LH untuk dapat didaulat sebagai kepala adat besar Kabupaten Kutai Timur.


Berdirinya lamin adat yang diperjuangkan kepala adat Desa Swarga Bara (Kabo) Juriansya sangat terasa manfaatnya oleh masyarakat dalam mendukung berbagai perhelatan.

Suryansyah mewakili suara lainnya yang mendukung Juriansya LH untuk nanti “Inshaallah” dinobatkan sebagai kepala adat besar di Kutim, mengatakan alasanya mengapa dirinya mendukung Juriansya?

“Karena beliau sangat mendukung pelestarian nilai adat istiadat serta marwah luhur Kutai dibumi Kutim ini. Dengan prinsip dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung,”tegas tokoh pemuda adat Kutai Timur itu.
“Bahkan beliau dalam hal ini pak Juriansya telah mampu membuktikan perjuangan pembangunan lamin adat kutai diatas lahanya sendiri di bawah suport mantan bupati Kutai Timur Ir H Ismunandar, MT dan mantan Ketua DPRD Kutim Bunda Hj Encek Ur Firgasih, SH.,MAP. Sejauh ini progress pembangunan rumah lamin adat itu sudah terlaksana 80 persen,” ujar Suryansyah.

DIDAULAT : Berkat keberhasilannya memperjuangkan rumah lamin, Juriansya mendapatkan banyak dukungan (restu) untuk diangkat Kepala Adat Besar Kutai. (Ist/K.N)

Suryansyah menegaskan Juriansya di tengah keterbatasannya saat mendirikan lamin adat selain mendapatkan dukungan dari mantan bupati Ismu dan mantan ketua DPRD Kutim Encek Firgasih juga melalui swadaya. “Walau bapak Juriansya sedikit tertatih-tatih membangunkan lamin, namun beliau tetap sekuat tenaga memperjuangkan lamin. Dari hal itu saja kita sudah bisa melihat bahwa figur Juriansya benar-benar peduli akan nilai kearifan lokal suku asli Kutai Timur.(rin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *