Pasang Surut Omzet Pedagang Pasar Tumpah Bukan Karena Covid-19 Lebih Pada Keberadaan Persaingan Pasar Online

  • Whatsapp

KutimNews.com,– Banyak harapan yang turut disampaikan kepada pasangan bupati dan wabup Kutai Timur terpilih masa priode 2021-2024 terkait geliat pendapatan ekonomi para pedagang pasar tumpah (tradisional) pinggir jalan.
Berikut wawancara media KutimNews.com, terhadap dampak masih masuknya zona merah pandemi coronavirus disases (covid) – 19 di Kabupaten Kutim apakah mempengaruhi omzet pendapatan karena berkurangnya pembeli terkait aturan kedisplinan protokol kesehatan (porkes) ? Mendengar pertanyaan wartawan, salah satu perwakilan pedagang ikan pasar tumpah Daeng Raswin langsung angkat bicara.
“Adanya masa pandemi covid-19 di Kutim ini, memang saya akui pembeli sempat mengalami penurunan drastis semenjak di awal masuk-masuknya wabah pandemi covid – 19 di Kutim. Dengan demikian otomaris pendapatan berkurang alias kebanyakan nyaris tidak kembali modal,” ulas Daeng Raswin.
Daeng Raswin mengungkapkan selain kondisi covid-19, pendapatan pedagang ikan pasar tumpah dapat dikatakan kian turun omzet pendapatan dikarenakan adanya persaingan penjualan via online sekaligus menyediakan sarana delivery terlebih free ongkir ikan, lauk pauk, sayur mayur yang diorder langsung diantar di tempat. “Yah tentunya siklus persaingan antara jualan via online dengan keunggulan pelayanan pengantarannya setidaknya ada aturan mekanisme yang diatur oleh pemerintah agar jangan sampai mematikan pendapatan para pedagang lapak pasar tumpah yang lebih dulu ada,” bebernya.

Adanya program bupati dan wabup Kutim ASKB terkait progres pasar desa bagaimana juga menurut Raswin? “Yah saya sangat mendukung saja visi-misi pasar desa yang dicetus oleh kedua pasangan kepala daerah kami. Akan tetapi tentunya jika harus dipindahkan menjadi satu titik spot berjualan kita mau tahu dulu apakah tata letaknya strategis dan disentra pusat keramaian atau tidak nantinya,” jelas Raswin.
Kembali pada pandemi covid-19, Raswin mengimbau kepada pembeli (konsumen) wajib mengenakan masker dan melaksanakan protokol kesehatan “porkes” agar dapat dipatuhi. “Untuk kenaikan harga ikan ditengah pandemi sangat tidak mempengaruhi, ikan akan mengalami kenaikan apabila mengalami kelangkaan dipasaran itupun murni dikarenakan kondisi cuaca, musim angin serta gelombang di laut,” tutup Raswin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *